Toko Buku Pesantren: tasawuf | Jual Buku Islam, toko buku pesantren tentang agama islam, buku islam, penerbit buku islam, islamic book, terjemah kitab kuning, agama islam online, buku pesantren karya ilmiah santri, buku santri, santriwan santriwati, kitab kuning, fikih, nahwu, hadits, tafsir, shorof, nahwushorof, tasawuf, figh, fiqh, usulfikih, ushulfikih, ushulfiqh, buku bahasa arab, bahasa arab, pondok pesantren, makna Jawa, kitab Makna, agama sejarah islam Toko Buku Pesantren: tasawuf
back to top
Shopping Cart
0 item(s)
Rp 0.00
Your Cart

Toko Buku Pesantren



KITAB SYARAH AL-HIKAM KIAI SHOLEH DARAT

Bahasa : Indonesia dan Arab Pegon
Tebal : 406 halaman
Tahun : 2016
ISBN : 978-602-1361-61-0
Kata Pengantar : KH. Said Aqil Siraj
80K

Nama lengkap beliau adalah Muhammad Sholeh bin Umar As-Samarani, yang dikenal dengan sebutan Mbah Soleh Darat, hidup sezaman dengan Syekh Nawawi Banten dan Syekh Kholil Bin Abdul Latif Bangkalan Madura, lahir di Kedung Cemlung, Jepara pada tahun 1235 H./1820 M., dan wafat di Semarang pada hari Jum’at 29 Ramadhan 1321 H. atau 18 Desember 1903 M. Ketiga ulama yang berasal dari Jawa itu juga sezaman dan seperguruan di Mekah dengan beberapa ulama dari Patani di antaranya adalah Syekh Muhammad Zain bin Mustafa Al-Fathani (Lahir 1233 H./1817 M., wafat 1325 H./1908 M.). Mereka juga seperguruan di Makkah dengan Syekh Amrullah (Datuknya Prof. Dr. Hamka) dari Minangkabau, Sumatera Barat.

Sebenarnya sudah banyak yang menulis biografi tentang Kiai Sholeh Darat yang merupakan Guru RA Kartini, KH. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), KH. Hasyim Asyari (NU) ini.
Dalam Buku ini menjelaskan secara gamblang dan mudah dipaham dari kitab al Hikam karya Syech ibnu Atho'illah al Iskandari.

KITAB SYARAH AL-HIKAM KIAI SHOLEH DARAT



KITAB SYARAH AL-HIKAM KIAI SHOLEH DARAT

Bahasa : Indonesia dan Arab Pegon
Tebal : 406 halaman
Tahun : 2016
ISBN : 978-602-1361-61-0
Kata Pengantar : KH. Said Aqil Siraj
80K

Nama lengkap beliau adalah Muhammad Sholeh bin Umar As-Samarani, yang dikenal dengan sebutan Mbah Soleh Darat, hidup sezaman dengan Syekh Nawawi Banten dan Syekh Kholil Bin Abdul Latif Bangkalan Madura, lahir di Kedung Cemlung, Jepara pada tahun 1235 H./1820 M., dan wafat di Semarang pada hari Jum’at 29 Ramadhan 1321 H. atau 18 Desember 1903 M. Ketiga ulama yang berasal dari Jawa itu juga sezaman dan seperguruan di Mekah dengan beberapa ulama dari Patani di antaranya adalah Syekh Muhammad Zain bin Mustafa Al-Fathani (Lahir 1233 H./1817 M., wafat 1325 H./1908 M.). Mereka juga seperguruan di Makkah dengan Syekh Amrullah (Datuknya Prof. Dr. Hamka) dari Minangkabau, Sumatera Barat.

Sebenarnya sudah banyak yang menulis biografi tentang Kiai Sholeh Darat yang merupakan Guru RA Kartini, KH. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), KH. Hasyim Asyari (NU) ini.
Dalam Buku ini menjelaskan secara gamblang dan mudah dipaham dari kitab al Hikam karya Syech ibnu Atho'illah al Iskandari.

Rahasia Sukses Imam Syafi’i
dalam maqolah dan sya'irnya.

penulis : Abu An'im
penerbit : mu'jizat
Hal; 136
Ukuran; 10,5x16.

Imam Syafi’i adalah sala satu pembaharu agama abad pertama Hijriyyah yang madzhabnya (pemikirannya) diikuti oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Kesuksesan beliau dalam meraih segala bidang ilmu terlebih dalam bidang Fiqih yang pasti setelah melalui perjuangan panjang. beliau rela merantau keberbagai Negara untuk berguru pada guru-guru yang ingin beliau kuasai ilmunya.
Yang melatarbelakangi kesuksesan Imam Syafii adalah jiwa perantau yang memiliki IQ tinggi. disamping ketekunannya.  Usia 9 tahun beliau sudah hafal al-Qur’an, pada usia 10 tahun sudah mampu menghafal kitab al-Muwatho’ karya Imam Malik, yang mampu beliau hafal selama 9 hari.
Perjalanan hidup Imam Syafi’i sehingga meraih kesuksesan , tidak lepas dari catatan beliau berupa maqolahdan syair-syairnya. Maka dari itu, buku ini diberi nama “RAHASIA SUKSES IMAM SYAFI’I” dalam maqolah dan sya'irnya.

Rahasia Sukses Imam Syafi’i


Rahasia Sukses Imam Syafi’i
dalam maqolah dan sya'irnya.

penulis : Abu An'im
penerbit : mu'jizat
Hal; 136
Ukuran; 10,5x16.

Imam Syafi’i adalah sala satu pembaharu agama abad pertama Hijriyyah yang madzhabnya (pemikirannya) diikuti oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Kesuksesan beliau dalam meraih segala bidang ilmu terlebih dalam bidang Fiqih yang pasti setelah melalui perjuangan panjang. beliau rela merantau keberbagai Negara untuk berguru pada guru-guru yang ingin beliau kuasai ilmunya.
Yang melatarbelakangi kesuksesan Imam Syafii adalah jiwa perantau yang memiliki IQ tinggi. disamping ketekunannya.  Usia 9 tahun beliau sudah hafal al-Qur’an, pada usia 10 tahun sudah mampu menghafal kitab al-Muwatho’ karya Imam Malik, yang mampu beliau hafal selama 9 hari.
Perjalanan hidup Imam Syafi’i sehingga meraih kesuksesan , tidak lepas dari catatan beliau berupa maqolahdan syair-syairnya. Maka dari itu, buku ini diberi nama “RAHASIA SUKSES IMAM SYAFI’I” dalam maqolah dan sya'irnya.

Harga: Rp. 65.000

Secercah Tinta
Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang pencipta
penulis : KH. Al habib Muhammad luthfi Bin Yahya
Penerbit:Menara Publisher
ukuran : 13,5 x 20,5 cm : 416 Halaman
ISBN:978-602-18230-0-2


 "... Habib Luthfi memang merupakan pembicara yang tausiah dan nasihat-nasihatny banyak dinmantkan oleh masyarakat muslim, terutama di tanah Jawa. Tema apa pun yang disampaikannya  disampaikan secara santai, dengan bahasa yang komunikastif, dan kaya referensi. Buku yang kini di tangan anda merupakan teks penting yang dapat menutup kelemahan pengajian dan sekaligus dapat dijadikan 'pengajian harian'..."
KH.A.Mustofa Bisri 
(Wakil Rais 'Am Syuriah dan budayawan)

"...Hadirnya buku ini, merupakan sebuah bentuk aplikasi ke-Aswaja-an (Ahlu Suunah wal-Jama'ah) dalam konteks ruhaniyah dengan menghadirkan tasawuf sebagai media menyelami kehidupan melalui Aswaja. Semoga dengan torehan-torehan tinta habib M. Luthfi bin Ali bin Yahya ini dapat tercipta semangat religiusitas, nasionalisme, pluralitas, serta humanitas..."
Profesor.Dr.KH.Said Agil Siradj, MA
(Ketua Umum PBNU)

"saya merasa terhormat dengan berkesempatan membaca buku Sayid al-Habib Luthfi tersebut... saya membaca judul-judul tulisan yang merupakan hasil dari pemikiran, bersumber dari kedalaman hati dan memancarkan cahaya
(karena memuat riwayat hidup Nabi Saq. Sahabat, tabi'in dan para Ulama) .... Saya sangat berharap (agar murid al-Habib Luthfi) memikirkan penerjemahannya kedalam bahasa-bahasa lain selain bahasa Indonesia. Agar buku yang saya sarat dangan penalaran, spiritual damn istimewa ini bermanfaat lebih luas lagi"
Al-Habib Zaid bin Abdurahman bin Yahya, MA
(Ulama dan intelektual Muda, Tarim, Yaman)

"Maulana Habib Luthfi tak henti-hentinya menekankan betapa pentingnya sejarah dan pemahaman terhadapnya dalam proses pendakian jenjang spiritual. Beliau tampak jelas sekali mengafirmasi danpenggalian ilmu justru sebgai ibadah itu sendiri, dan bukan hanya sebatas persiapan untuk ibadah..."
Ismail Fajrie Alatas
(Intelektual Muda Ph.D Candidate Universitas of Michigan As) 

Secercah Tinta Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang Pencipta

Harga: Rp. 65.000

Secercah Tinta
Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang pencipta
penulis : KH. Al habib Muhammad luthfi Bin Yahya
Penerbit:Menara Publisher
ukuran : 13,5 x 20,5 cm : 416 Halaman
ISBN:978-602-18230-0-2


 "... Habib Luthfi memang merupakan pembicara yang tausiah dan nasihat-nasihatny banyak dinmantkan oleh masyarakat muslim, terutama di tanah Jawa. Tema apa pun yang disampaikannya  disampaikan secara santai, dengan bahasa yang komunikastif, dan kaya referensi. Buku yang kini di tangan anda merupakan teks penting yang dapat menutup kelemahan pengajian dan sekaligus dapat dijadikan 'pengajian harian'..."
KH.A.Mustofa Bisri 
(Wakil Rais 'Am Syuriah dan budayawan)

"...Hadirnya buku ini, merupakan sebuah bentuk aplikasi ke-Aswaja-an (Ahlu Suunah wal-Jama'ah) dalam konteks ruhaniyah dengan menghadirkan tasawuf sebagai media menyelami kehidupan melalui Aswaja. Semoga dengan torehan-torehan tinta habib M. Luthfi bin Ali bin Yahya ini dapat tercipta semangat religiusitas, nasionalisme, pluralitas, serta humanitas..."
Profesor.Dr.KH.Said Agil Siradj, MA
(Ketua Umum PBNU)

"saya merasa terhormat dengan berkesempatan membaca buku Sayid al-Habib Luthfi tersebut... saya membaca judul-judul tulisan yang merupakan hasil dari pemikiran, bersumber dari kedalaman hati dan memancarkan cahaya
(karena memuat riwayat hidup Nabi Saq. Sahabat, tabi'in dan para Ulama) .... Saya sangat berharap (agar murid al-Habib Luthfi) memikirkan penerjemahannya kedalam bahasa-bahasa lain selain bahasa Indonesia. Agar buku yang saya sarat dangan penalaran, spiritual damn istimewa ini bermanfaat lebih luas lagi"
Al-Habib Zaid bin Abdurahman bin Yahya, MA
(Ulama dan intelektual Muda, Tarim, Yaman)

"Maulana Habib Luthfi tak henti-hentinya menekankan betapa pentingnya sejarah dan pemahaman terhadapnya dalam proses pendakian jenjang spiritual. Beliau tampak jelas sekali mengafirmasi danpenggalian ilmu justru sebgai ibadah itu sendiri, dan bukan hanya sebatas persiapan untuk ibadah..."
Ismail Fajrie Alatas
(Intelektual Muda Ph.D Candidate Universitas of Michigan As) 

Harga: 65.000

Sirrul Asrar
karya Syaikh Abdul Qodir al Jailani
diterjemahkan oleh KH. Zezen Zainal Abidin
ISBN: 978-602-1511-02-2
Isi: Hal xxxii + 283 Hard Cover


Sirrul Asrar  merupakan magnum opus Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Dalam kitab ini Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, selain menjelaskan tentang tahapan-tahapan maqam tasawuf secara terperinci, juga memaparkan akan apa itu kosmologi, mengenail awal penciptaan, Negeri asal manusia (وطن الانسان الأصلي) dan tema lainnya secara runtut. Ini membuktikan kealiman Syaikh Abdul Qadir dalam penyusunan kitab ini, Sirrul Asrar. Karena meski kitab ini tipis/ ringkas, tapi materi yang disampaikan sangat kaya makna.

Buku ini diterjemahkan oleh KH. Zezen Zainal Abidin, seorang wakil Mursyid Thariqat Qadiriyah Naqsyabandiyah Suryalaya, sekaligus pengasuh pondok Pesantren Azzainiyah Sukabumi.

Sebagai para pelaku tariqat, pengamal tasawuf, atau peneliti maka kitab ini wajib dimiliki. Sebab kitab ini, kitab tasawuf generasi awal yang sangat otoritatif dari seorang tokoh yang begitu melegenda; al-Ghauts al-A’dzam al-Quthb al-Rabani Sulthan al-Aulia Syaikh Abdul Qdir al-Jailani. Selamat membaca!!!

Sirrul Asrar | ...rasaning rasa


Harga: 65.000

Sirrul Asrar
karya Syaikh Abdul Qodir al Jailani
diterjemahkan oleh KH. Zezen Zainal Abidin
ISBN: 978-602-1511-02-2
Isi: Hal xxxii + 283 Hard Cover


Sirrul Asrar  merupakan magnum opus Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Dalam kitab ini Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, selain menjelaskan tentang tahapan-tahapan maqam tasawuf secara terperinci, juga memaparkan akan apa itu kosmologi, mengenail awal penciptaan, Negeri asal manusia (وطن الانسان الأصلي) dan tema lainnya secara runtut. Ini membuktikan kealiman Syaikh Abdul Qadir dalam penyusunan kitab ini, Sirrul Asrar. Karena meski kitab ini tipis/ ringkas, tapi materi yang disampaikan sangat kaya makna.

Buku ini diterjemahkan oleh KH. Zezen Zainal Abidin, seorang wakil Mursyid Thariqat Qadiriyah Naqsyabandiyah Suryalaya, sekaligus pengasuh pondok Pesantren Azzainiyah Sukabumi.

Sebagai para pelaku tariqat, pengamal tasawuf, atau peneliti maka kitab ini wajib dimiliki. Sebab kitab ini, kitab tasawuf generasi awal yang sangat otoritatif dari seorang tokoh yang begitu melegenda; al-Ghauts al-A’dzam al-Quthb al-Rabani Sulthan al-Aulia Syaikh Abdul Qdir al-Jailani. Selamat membaca!!!
Harga : Rp. 40.000,-

Judul    : Tasawuf dan Revolusi Sosial
Penulis    : M. Subkhan Anshori, Lc, M.Si.
Penerbit    : Pustaka Azhar
Cetak Pertama: September 2011
Tebal    : xii+255 hal.
Ukuran    : 14x21 cm

Pada hakikatnya, agama datang tidak untuk mendukung penindasan. Kemunculan agama-agama adalah untuk merevolusi kondisi sosial agar menjadi lebih baik. Tidak ada kehadiran seorang nabi pun selain pasti membawa semangat demikian. Maka wajar jika tidak ada seorang nabi pun yang tidak bermusuhan dengan status quo. Namun demikian, pada perkembangannya agama tidak selamanya memfungsikan peran revolusionernya itu. Setelah kematian para nabi, karena tuntutan kondisi sosial yang ada, sebagian penafsiran terhadap ajaran para nabi itu justru telah menjauhkan semangat revolusioner dalam agama yang telah ia bawa.

Ajaran Rasulullah Saw yang sangat revolusioner, membenci ketidakadilan dan ketimpangan, sangat memperhatikan perbaikan sosial, akhirnya mengalami ‘pemandulan’. Moralitas Islam yang awalnya progresif, ditujukan untuk menyongsong dunia dan menghadapi segala permasalahannya, akhirnya menjadi moralitas dekaden, moralitas budak, melarikan diri dari dunia, dan hanya memfokuskan diri pada akhirat. Pemaknaan terhadap moralitas Islam semisal sabar, berserah diri, ridha, tawakal dan sejenisnya, tidak lagi disenyawakan dengan perjuangan memerangi ketidakadilan dan keinginan merubah realita sosial sebagaimana Rasulullah Saw memaknainya.

Inilah pemahaman yang diwarisi umat Islam sekarang dari para sufi. Pemaknaan mereka terhadap moralitas Islam yang mereka kaji dalam pembahasan tentang ahwa (kondisi-kondisi jiwa) dan Maqamat (tangga-tangga spiritual), telah mengakibatkan umat Islam meninggalkan dunia. Hegemoni pemikiran mereka telah membuat Islam kehilangan dunia, dan membiarkannya dikuasai oleh para penindas. Mereka telah menyebabkan umat Islam sekarang lebih mensakralkan pembahasan akhirat ketimbang dunia. Keilmuan yang berkaitan dengan akhirat dianggap lebih penting ketimbang ilmu yang berkaitan dengan dunia. Perhatian terhadap keselamatan jiwa dianggap lebih penting ketimbang keselamatan jasmani dari penindasan. Padahal akhirat diciptakan oleh Allah adalah untuk kemaslahatan umat manusia di dunia, dan bukan untuk memperbudak mereka di muka bumi.

Maka buku di hadapan pembaca ini merupakan upaya penelusuran kembali pembentukan pemikiran tasawuf yang telah melahirkan  moralitas dekaden seperti itu. Melalui kajian historis seperti itu, diharapkan akan memunculkan suatu pemahaman baru, bahwa moralitas dekaden yang selama ini dianut oleh umat Islam merupakan moralitas yang tidak sepenuhnya berasal dari Rasulullah Saw, dan karena itu boleh dirubah. Terbentuk pada periode sejarah tertentu dengan segala persoalan yang dihadapinya, dan karena itu harus direvisi kembali jika sudah tidak sesuai dengan tuntutan masa sekarang. Karena itu, pemaknaan kembali nilai-nilai Islam tersebut agar sesuai dengan kondisi ketertindasan umat Islam sekarang, menjadi pembahasan inti dalam buku ini. Selamat membaca!

Tasawuf dan Revolusi Sosial

Harga : Rp. 40.000,-

Judul    : Tasawuf dan Revolusi Sosial
Penulis    : M. Subkhan Anshori, Lc, M.Si.
Penerbit    : Pustaka Azhar
Cetak Pertama: September 2011
Tebal    : xii+255 hal.
Ukuran    : 14x21 cm

Pada hakikatnya, agama datang tidak untuk mendukung penindasan. Kemunculan agama-agama adalah untuk merevolusi kondisi sosial agar menjadi lebih baik. Tidak ada kehadiran seorang nabi pun selain pasti membawa semangat demikian. Maka wajar jika tidak ada seorang nabi pun yang tidak bermusuhan dengan status quo. Namun demikian, pada perkembangannya agama tidak selamanya memfungsikan peran revolusionernya itu. Setelah kematian para nabi, karena tuntutan kondisi sosial yang ada, sebagian penafsiran terhadap ajaran para nabi itu justru telah menjauhkan semangat revolusioner dalam agama yang telah ia bawa.

Ajaran Rasulullah Saw yang sangat revolusioner, membenci ketidakadilan dan ketimpangan, sangat memperhatikan perbaikan sosial, akhirnya mengalami ‘pemandulan’. Moralitas Islam yang awalnya progresif, ditujukan untuk menyongsong dunia dan menghadapi segala permasalahannya, akhirnya menjadi moralitas dekaden, moralitas budak, melarikan diri dari dunia, dan hanya memfokuskan diri pada akhirat. Pemaknaan terhadap moralitas Islam semisal sabar, berserah diri, ridha, tawakal dan sejenisnya, tidak lagi disenyawakan dengan perjuangan memerangi ketidakadilan dan keinginan merubah realita sosial sebagaimana Rasulullah Saw memaknainya.

Inilah pemahaman yang diwarisi umat Islam sekarang dari para sufi. Pemaknaan mereka terhadap moralitas Islam yang mereka kaji dalam pembahasan tentang ahwa (kondisi-kondisi jiwa) dan Maqamat (tangga-tangga spiritual), telah mengakibatkan umat Islam meninggalkan dunia. Hegemoni pemikiran mereka telah membuat Islam kehilangan dunia, dan membiarkannya dikuasai oleh para penindas. Mereka telah menyebabkan umat Islam sekarang lebih mensakralkan pembahasan akhirat ketimbang dunia. Keilmuan yang berkaitan dengan akhirat dianggap lebih penting ketimbang ilmu yang berkaitan dengan dunia. Perhatian terhadap keselamatan jiwa dianggap lebih penting ketimbang keselamatan jasmani dari penindasan. Padahal akhirat diciptakan oleh Allah adalah untuk kemaslahatan umat manusia di dunia, dan bukan untuk memperbudak mereka di muka bumi.

Maka buku di hadapan pembaca ini merupakan upaya penelusuran kembali pembentukan pemikiran tasawuf yang telah melahirkan  moralitas dekaden seperti itu. Melalui kajian historis seperti itu, diharapkan akan memunculkan suatu pemahaman baru, bahwa moralitas dekaden yang selama ini dianut oleh umat Islam merupakan moralitas yang tidak sepenuhnya berasal dari Rasulullah Saw, dan karena itu boleh dirubah. Terbentuk pada periode sejarah tertentu dengan segala persoalan yang dihadapinya, dan karena itu harus direvisi kembali jika sudah tidak sesuai dengan tuntutan masa sekarang. Karena itu, pemaknaan kembali nilai-nilai Islam tersebut agar sesuai dengan kondisi ketertindasan umat Islam sekarang, menjadi pembahasan inti dalam buku ini. Selamat membaca!
Harga Rp. 25.000,-

Mukjizat Intropeksi Diri Kunci Sukses Dunia Akhirat
karya : Husai Naguib Muhammad al Masawi al Amili
judul asli : Kayfa Tukhasib Nafsak-a; Burnamaj 'Amaliy li Tahqiq-i Ahdaf al Dunya wa al akhirat
penerjemah: Nia Rolania
Penerbit : Azhar Risalah
ukuran : xii + 114 hal; 12,5 X 18 cm

Segala peristiwa dan kejadian yang berlalu perlu kita renungi untuk kita instropeksi diri, kita nilai atau bahkan kita rancang lagi menjadi baru seperti sedia kala. Jika setia tahun nya sebuah perusahaan atau yasasan mengadakan evaluasi tahuanan guna mengetahui keuntungan dan kerugian, teramsuk juga mencari kesalahan yang lewat untuk diperbaikinya, maka sepatutnya hal itu kita praktekkan dalam kehidupan kita, karena kehidupan dunia tak ubahnya tempat perdagangan orang-orang saleh, dunia membuat kita hidup di antara untung dan rugi; kebahagiaan akan diraih oleh orang yang mengakhiri kehidupanya dengan kesuksesan akhirat, sedangkan kemelaratan akan mendera orang yang mengakhiri kehidupanya denga kerugian.
Setiap perbuatan, baik perkataan maupun pikiran, harus selalu kita instropeksi setiap hari, atau bila perlu setiap waktu. Allah SWT telah brfirman:

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
(QS. al Majadilah 6)

dalam firman yang lain disebutkan:
Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".
(QS. al Kahfi 49)

Sebgaimana Allah SWT dan Rasulullah saw. beserta orang-orang mukmin yang lain aka melihat amal perbuatan kita. Hal ini ditegaskan dalam al Quran: QS. al Taubah 105;

Dan akan datang hari di mana kita di hisab di depan Allah, kita semua akan di adili oleh didikita maing-masing.
Allah SWT berfirman:
اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu".
(QS. al Isra 14)

Pada intinya, setiap manusia mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan instropeksi. Seperti bulan Ramadhan dalam setahun, hari jumat dalam seminggu, dan juga rentang waktu sebelum tidur dalam sehari. Sudah selayakanya kesempatan itu kita jadikan momen utuk instropeksi dan merenungi diri kita sendiri.

Mukjizat Intropeksi Diri Kunci Sukses Dunia Akhirat

Harga Rp. 25.000,-

Mukjizat Intropeksi Diri Kunci Sukses Dunia Akhirat
karya : Husai Naguib Muhammad al Masawi al Amili
judul asli : Kayfa Tukhasib Nafsak-a; Burnamaj 'Amaliy li Tahqiq-i Ahdaf al Dunya wa al akhirat
penerjemah: Nia Rolania
Penerbit : Azhar Risalah
ukuran : xii + 114 hal; 12,5 X 18 cm

Segala peristiwa dan kejadian yang berlalu perlu kita renungi untuk kita instropeksi diri, kita nilai atau bahkan kita rancang lagi menjadi baru seperti sedia kala. Jika setia tahun nya sebuah perusahaan atau yasasan mengadakan evaluasi tahuanan guna mengetahui keuntungan dan kerugian, teramsuk juga mencari kesalahan yang lewat untuk diperbaikinya, maka sepatutnya hal itu kita praktekkan dalam kehidupan kita, karena kehidupan dunia tak ubahnya tempat perdagangan orang-orang saleh, dunia membuat kita hidup di antara untung dan rugi; kebahagiaan akan diraih oleh orang yang mengakhiri kehidupanya dengan kesuksesan akhirat, sedangkan kemelaratan akan mendera orang yang mengakhiri kehidupanya denga kerugian.
Setiap perbuatan, baik perkataan maupun pikiran, harus selalu kita instropeksi setiap hari, atau bila perlu setiap waktu. Allah SWT telah brfirman:

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
(QS. al Majadilah 6)

dalam firman yang lain disebutkan:
Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".
(QS. al Kahfi 49)

Sebgaimana Allah SWT dan Rasulullah saw. beserta orang-orang mukmin yang lain aka melihat amal perbuatan kita. Hal ini ditegaskan dalam al Quran: QS. al Taubah 105;

Dan akan datang hari di mana kita di hisab di depan Allah, kita semua akan di adili oleh didikita maing-masing.
Allah SWT berfirman:
اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu".
(QS. al Isra 14)

Pada intinya, setiap manusia mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan instropeksi. Seperti bulan Ramadhan dalam setahun, hari jumat dalam seminggu, dan juga rentang waktu sebelum tidur dalam sehari. Sudah selayakanya kesempatan itu kita jadikan momen utuk instropeksi dan merenungi diri kita sendiri.



Menjalani ibadah seringkali dirasakan berat bagi kebanyakan kaum muslimin. Mereka merasa ibadah sebagai sebuah beban yang harus mereka kerjakan hamba Allah. Mereka kurang menyadari bahwa ibadah adalah suatu kebutuhan untuk memperoleh ketenangan batin. Selain itu, setiap amal ibadah mempunyai kelebihan dan khasiat yang hanya bisa dirasakan langsung oleh orang yang melakukannya.

Sudah menjadi sifat dasar manusia, mereka akan lebih semangat jika melakukan sesuatu mengetahui khasiat-khasiat amal ibadah, tentuya akan menjadikan mereka lebih bersemangat dalam menjalani ibadahnya. Beribadah itu akan terasa nikmat, tenang dan sejuk bila dilakukan dengan ketulusan hati. Sebaliknya  ibadah akan terasa berat, terbebani dan tidak nyaman bla dilakukan dengan tidak ikhlas. Orang-orang seperti ini jiwanya telah terbelenggu oleh hawa nafsu, fikirannya terkontaminasi ajaran setan sehingga ia tidak bisa merasakan manisnya beribadah.


Samudra Khasiat Amal

oleh : Habiburahman al Yamani
Halaman  : 170
Ukuran  : 24 cm x 16 cm 

Harga   :  Rp. 30.000,-


Samudra Khasiat Amal




Menjalani ibadah seringkali dirasakan berat bagi kebanyakan kaum muslimin. Mereka merasa ibadah sebagai sebuah beban yang harus mereka kerjakan hamba Allah. Mereka kurang menyadari bahwa ibadah adalah suatu kebutuhan untuk memperoleh ketenangan batin. Selain itu, setiap amal ibadah mempunyai kelebihan dan khasiat yang hanya bisa dirasakan langsung oleh orang yang melakukannya.

Sudah menjadi sifat dasar manusia, mereka akan lebih semangat jika melakukan sesuatu mengetahui khasiat-khasiat amal ibadah, tentuya akan menjadikan mereka lebih bersemangat dalam menjalani ibadahnya. Beribadah itu akan terasa nikmat, tenang dan sejuk bila dilakukan dengan ketulusan hati. Sebaliknya  ibadah akan terasa berat, terbebani dan tidak nyaman bla dilakukan dengan tidak ikhlas. Orang-orang seperti ini jiwanya telah terbelenggu oleh hawa nafsu, fikirannya terkontaminasi ajaran setan sehingga ia tidak bisa merasakan manisnya beribadah.


Samudra Khasiat Amal

oleh : Habiburahman al Yamani
Halaman  : 170
Ukuran  : 24 cm x 16 cm 

Harga   :  Rp. 30.000,-




Terjemah Qothrul al ghoits
Harga : Rp. 4000,--

Terjemah Qothrul al ghoits



Terjemah Qothrul al ghoits
Harga : Rp. 4000,--





Terjemah dan Penjelasan Bidayatul Hidayah
oleh : KH. Ustadz Yahya al Mutammakin
harga : Rp. 18.000,--


Toko buku pesantren

Terjemah dan Penjelasan Bidayatul Hidayah






Terjemah dan Penjelasan Bidayatul Hidayah
oleh : KH. Ustadz Yahya al Mutammakin
harga : Rp. 18.000,--


Toko buku pesantren



"Jalan untuk bisa wushul kepada Allah sangatlah banyak, sebagaimana bilangan pasir di padang sahara atau bilangan nafas para makhluk yang merayap di muka bumi" Ibnu Hajar al Haitami

Namun demiklian, bagi orang yang suluk di jalan Allah, hendaknya ayunkan kaki dengan hati-hati. Karena di antara thoriqoh-thoriqoh , aliran-aliran dan berbagai macam paham yang ada, banyak sekali yang menyimpang dari wejangan para masyayih thoriqoh itu sendiri.
Sudah sangat jelas dawuh ulama salaf, seperti termaktub dalam kitab-kitab tasawuf: "Bahwa thoriqoh para wali itu terikat oleh ketentuan al Kitab dan As sunah."

Namun mengapa para salikin masih tergoda mengikuti aliran-aliran yang menyimpang dari syariat? Sangatlah mustahil, apabila mengarungi samudara thoriqoh tidak dengan meniti bahtera syariat dan bagaimana mungkin para pencari mutiara hakikat akan meninggalkan perahu syariatnya di tengah-tengah gelombang yang mengganas? Niscaya ia akan tenggelam ditelan ombak dan tidak pernah bisa kembali lagi ke pulau keabadian.

Suluk di Jalan Allah
Syariat - Thoriqoh -Hakikat - Marifat
Penulis : M. Ridwan Qoyyum Said
(ii +152 hlm. 21 cm x 14 cm) 
HARGA Rp: 25.000,-

Suluk di Jalan Allah




"Jalan untuk bisa wushul kepada Allah sangatlah banyak, sebagaimana bilangan pasir di padang sahara atau bilangan nafas para makhluk yang merayap di muka bumi" Ibnu Hajar al Haitami

Namun demiklian, bagi orang yang suluk di jalan Allah, hendaknya ayunkan kaki dengan hati-hati. Karena di antara thoriqoh-thoriqoh , aliran-aliran dan berbagai macam paham yang ada, banyak sekali yang menyimpang dari wejangan para masyayih thoriqoh itu sendiri.
Sudah sangat jelas dawuh ulama salaf, seperti termaktub dalam kitab-kitab tasawuf: "Bahwa thoriqoh para wali itu terikat oleh ketentuan al Kitab dan As sunah."

Namun mengapa para salikin masih tergoda mengikuti aliran-aliran yang menyimpang dari syariat? Sangatlah mustahil, apabila mengarungi samudara thoriqoh tidak dengan meniti bahtera syariat dan bagaimana mungkin para pencari mutiara hakikat akan meninggalkan perahu syariatnya di tengah-tengah gelombang yang mengganas? Niscaya ia akan tenggelam ditelan ombak dan tidak pernah bisa kembali lagi ke pulau keabadian.

Suluk di Jalan Allah
Syariat - Thoriqoh -Hakikat - Marifat
Penulis : M. Ridwan Qoyyum Said
(ii +152 hlm. 21 cm x 14 cm) 
HARGA Rp: 25.000,-

Tasawuf sebagai salah satu disiplin keilmuan islam dinilai telah mampu memberikan keteduhan hati manusia dalam menjalani hidup. Oleh karenanya, buku ini hadir sebagi wujud urun rembuk generasi muda santri dalam mewarnai kajian keilmuan, utamanya dalam bidang tasawuf. Kajiannya yang komperhensif serta dikemas menggunakan bahasa yang mudah dicerna menjadikan buku ini layak untuk dimiliki dan dibaca.

SAMBUTAN DAN PENGANTAR;

“Buku ini sangat layak untuk dibaca oleh para pengkaji Tasawuf dan peminat kajian keislaman lainnya. Karena di samping isinya yang sarat dengan pendapat-pendapat ulama al salaf al sholih, bahasanya juga sederhana dan mudah dipaham. Referensinya yang lengkap dan merujuk langsung pada kutub al mu'tabarah menjadikan isi buku ini dapat dipertanggungjawabkan.” 
KH. Ahmad Idris Marzuqi
(Pengasuh Pon. Pes. Lirboyo Kediri Jawa Timur)

“Saya menyambut baik hadirnya buku ini, tetapi apa yang dipaparkan dalam buku ini tidak akan memberikan banyak manfaat ketika hanya dipelajarai sebagai ilmu. Kiranya dalam konteks ini penting untuk direnungkan apa yang disabdakan Rasulullah “man izdâda ilman wa lam yazdad hûdan lam yazdad minallâhi illa bu’dan”.
Dr. KH. MA. Sahal Mahfudh
(Ro’is Am PBNU)

“Kehadiran buku yang tengah kita baca ini diharapkan mampu menjadi jembatan agar lebih mudah memahami dan mengamalkan tasawuf dalam keseharian kita.”
Prof. Dr. KH. Sa’id Aqil Siroj, MA.
(Ketua Umum PBNU)


JEJAK SUFI
Membangun Moral Berbasis Spiritual

(xxii + 297 hlm. 15,5 x 23,5)
ISBN : 978-602-97403-3-2
HARGA Rp: 40.000,-

JEJAK SUFI (Membangun Moral Berbasis Spiritual)


Tasawuf sebagai salah satu disiplin keilmuan islam dinilai telah mampu memberikan keteduhan hati manusia dalam menjalani hidup. Oleh karenanya, buku ini hadir sebagi wujud urun rembuk generasi muda santri dalam mewarnai kajian keilmuan, utamanya dalam bidang tasawuf. Kajiannya yang komperhensif serta dikemas menggunakan bahasa yang mudah dicerna menjadikan buku ini layak untuk dimiliki dan dibaca.

SAMBUTAN DAN PENGANTAR;

“Buku ini sangat layak untuk dibaca oleh para pengkaji Tasawuf dan peminat kajian keislaman lainnya. Karena di samping isinya yang sarat dengan pendapat-pendapat ulama al salaf al sholih, bahasanya juga sederhana dan mudah dipaham. Referensinya yang lengkap dan merujuk langsung pada kutub al mu'tabarah menjadikan isi buku ini dapat dipertanggungjawabkan.” 
KH. Ahmad Idris Marzuqi
(Pengasuh Pon. Pes. Lirboyo Kediri Jawa Timur)

“Saya menyambut baik hadirnya buku ini, tetapi apa yang dipaparkan dalam buku ini tidak akan memberikan banyak manfaat ketika hanya dipelajarai sebagai ilmu. Kiranya dalam konteks ini penting untuk direnungkan apa yang disabdakan Rasulullah “man izdâda ilman wa lam yazdad hûdan lam yazdad minallâhi illa bu’dan”.
Dr. KH. MA. Sahal Mahfudh
(Ro’is Am PBNU)

“Kehadiran buku yang tengah kita baca ini diharapkan mampu menjadi jembatan agar lebih mudah memahami dan mengamalkan tasawuf dalam keseharian kita.”
Prof. Dr. KH. Sa’id Aqil Siroj, MA.
(Ketua Umum PBNU)


JEJAK SUFI
Membangun Moral Berbasis Spiritual

(xxii + 297 hlm. 15,5 x 23,5)
ISBN : 978-602-97403-3-2
HARGA Rp: 40.000,-



Keagungan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani

(Wejangan dan Karomah Syekh Abdul Qodir Aljailani)
Oleh      : Ibnu Sofwan
Hal          :  
Ukuran  : 16+10,5
Harga    :  Rp. 12.000,-











Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani



Keagungan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani

(Wejangan dan Karomah Syekh Abdul Qodir Aljailani)
Oleh      : Ibnu Sofwan
Hal          :  
Ukuran  : 16+10,5
Harga    :  Rp. 12.000,-











Kumpulan ungkapan Cinta para Wali dan sholihin kepada Allah.

Salah seorang Waliyullah berkata: "Tanda cinta pada kekasih (Allah) itu ada tiga yaitu:
- lebih memilih mendengarkan ucapan kekasih dibanding lainya.
- lebih memilih duduk disisi kekasih dibanding lainnya-lebih memilih bermunajat (berbisik) kepada kekasih dibanding lainnya.

Hal di atas merupakan sebagian cuplikan ungkapan rasa cinta para Wali kepada Tuhannya.

Buku ini menjelaskan ungkapan rasa cinta para Wali Allah seperti Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, Syaikh Abul Hasan Ali Asy Syadzili, Syaikh Yazid Albusthami, dan lain-lain atas kerinduan mereka terhadap Tuhannya.IsyaAllah siapapun yang memahammi ungkapan rasa cinta mereka, akan mendorong seseorang memiliki rasa cinta yang hakiki kepada Allah SWt.

Samudra Cinta Para Perindu

(Kumpulan Ungkapan CintaPara Wali dan Solihin Pada Allah)
Oleh      : M Ibnu Sofwan
Hal          : 117
Ukuran : 16 - 10,5
Harga    :  Rp. 10.000,-



Samudra Cinta Para Perindu

Kumpulan ungkapan Cinta para Wali dan sholihin kepada Allah.

Salah seorang Waliyullah berkata: "Tanda cinta pada kekasih (Allah) itu ada tiga yaitu:
- lebih memilih mendengarkan ucapan kekasih dibanding lainya.
- lebih memilih duduk disisi kekasih dibanding lainnya-lebih memilih bermunajat (berbisik) kepada kekasih dibanding lainnya.

Hal di atas merupakan sebagian cuplikan ungkapan rasa cinta para Wali kepada Tuhannya.

Buku ini menjelaskan ungkapan rasa cinta para Wali Allah seperti Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, Syaikh Abul Hasan Ali Asy Syadzili, Syaikh Yazid Albusthami, dan lain-lain atas kerinduan mereka terhadap Tuhannya.IsyaAllah siapapun yang memahammi ungkapan rasa cinta mereka, akan mendorong seseorang memiliki rasa cinta yang hakiki kepada Allah SWt.

Samudra Cinta Para Perindu

(Kumpulan Ungkapan CintaPara Wali dan Solihin Pada Allah)
Oleh      : M Ibnu Sofwan
Hal          : 117
Ukuran : 16 - 10,5
Harga    :  Rp. 10.000,-




Misteri Ilmu Nafi
Kilas Balik Menuju ilmu nafi' (terjemah ayuhal walad)


Ilmu nafi' atau ilmu yang bermanfaat merupakan sesuatu yang agung, betapa tidak orang yang memilikinya walaupun ia telah wafat, pahalanya selalu mengalir untuknya, begitu kadungan sabda Nabi, begitu pula dalam al Quran surat al Baqorah 269, Allah berfirman; "Allah menganugrahkan al Hikmah (pengetahuan yang mendalam) kepada siapa saja (dari hambanya) yang dikehendaki".

Dan barang siapa telah dianugrahi al Hikmah, maka ia telah benar-benar dikaruniai anugrah yang banyak, dan hanya mereka yang berakal yang menyadarinya. Namun mengenai haqikat ilmu nafi', tidak semua orang mampu mengungkapnya. untuk itu kilas balik menuju ilmu nafi' Hujjatul Islam al Ghozali mengupasnya dengan tuntas.


Misteri Ilmu Nafi’ (Terjemah Ayyuhal Walad)

Abu Tsania Salma Taslima
Hal          : 72
Ukuran : 16+10,5
Harga    :  Rp. 8.500,-

Misteri Ilmu Nafi’ (Terjemah Ayyuhal Walad)


Misteri Ilmu Nafi
Kilas Balik Menuju ilmu nafi' (terjemah ayuhal walad)


Ilmu nafi' atau ilmu yang bermanfaat merupakan sesuatu yang agung, betapa tidak orang yang memilikinya walaupun ia telah wafat, pahalanya selalu mengalir untuknya, begitu kadungan sabda Nabi, begitu pula dalam al Quran surat al Baqorah 269, Allah berfirman; "Allah menganugrahkan al Hikmah (pengetahuan yang mendalam) kepada siapa saja (dari hambanya) yang dikehendaki".

Dan barang siapa telah dianugrahi al Hikmah, maka ia telah benar-benar dikaruniai anugrah yang banyak, dan hanya mereka yang berakal yang menyadarinya. Namun mengenai haqikat ilmu nafi', tidak semua orang mampu mengungkapnya. untuk itu kilas balik menuju ilmu nafi' Hujjatul Islam al Ghozali mengupasnya dengan tuntas.


Misteri Ilmu Nafi’ (Terjemah Ayyuhal Walad)

Abu Tsania Salma Taslima
Hal          : 72
Ukuran : 16+10,5
Harga    :  Rp. 8.500,-


Wahai manusia, dunia itu rumah bagi yang tidak punya rumah, harta bagi yang tidak memiliki, tempat berkumpul bagiorang yang tidak berakal... (hal. 16)
 
Hati manusia itu ada yang lebih keras dari batu, ia sulit menerima nasihat dari siapapun, padahal batu yang keras itu ada yang mengalirkan sungai-sungai daripadanya, dan juga ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari dalamnya, juga ada batu yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah

Untuk itulah agama diturunkan, karena agama itu menghendaki kebaikan (nasihat bagi manusia), hal ini sesuai dengan kandungan sabda nabi: "agama itu adalah Nasihat"

Buku ini merupakan untaian nasihat yang indah dari hadits Qudsi, dikumpulkan oleh imam al Ghozali dan kami terjemahkan supaya dengan membacanya bisa menjadi suatu ikhtiyar agar hati menjadi lembut, yang mudah menerima kebenaran dan nasihat, dijauhkan dari kekerasan hati. Amin


Wejangan Al-Ghazali

(Terjemahan Kumpulan Nasihatdan Petuah Al-Ghazali)
  
Yusuf Hartono
Hal       : 60
Ukuran : 16 - 10,5 
Harga   :  Rp. 6.000,-

Wejangan Al-Ghazali (Terjemahan Kumpulan Nasihat dan Petuah Al-Ghazali)


Wahai manusia, dunia itu rumah bagi yang tidak punya rumah, harta bagi yang tidak memiliki, tempat berkumpul bagiorang yang tidak berakal... (hal. 16)
 
Hati manusia itu ada yang lebih keras dari batu, ia sulit menerima nasihat dari siapapun, padahal batu yang keras itu ada yang mengalirkan sungai-sungai daripadanya, dan juga ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari dalamnya, juga ada batu yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah

Untuk itulah agama diturunkan, karena agama itu menghendaki kebaikan (nasihat bagi manusia), hal ini sesuai dengan kandungan sabda nabi: "agama itu adalah Nasihat"

Buku ini merupakan untaian nasihat yang indah dari hadits Qudsi, dikumpulkan oleh imam al Ghozali dan kami terjemahkan supaya dengan membacanya bisa menjadi suatu ikhtiyar agar hati menjadi lembut, yang mudah menerima kebenaran dan nasihat, dijauhkan dari kekerasan hati. Amin


Wejangan Al-Ghazali

(Terjemahan Kumpulan Nasihatdan Petuah Al-Ghazali)
  
Yusuf Hartono
Hal       : 60
Ukuran : 16 - 10,5 
Harga   :  Rp. 6.000,-

Blogshop
0 item(s) in cart
Copyright © 2015.
Toko Buku Pesantren Allright reserved.
Proudly by Blogger
cart
0 items in cart