Toko Buku Pesantren: tauhid | Jual Buku Islam, toko buku pesantren tentang agama islam, buku islam, penerbit buku islam, islamic book, terjemah kitab kuning, agama islam online, buku pesantren karya ilmiah santri, buku santri, santriwan santriwati, kitab kuning, fikih, nahwu, hadits, tafsir, shorof, nahwushorof, tasawuf, figh, fiqh, usulfikih, ushulfikih, ushulfiqh, buku bahasa arab, bahasa arab, pondok pesantren, makna Jawa, kitab Makna, agama sejarah islam Toko Buku Pesantren: tauhid
back to top
Shopping Cart
0 item(s)
Rp 0.00
Your Cart

Popular Products 2

Toko Buku Pesantren


Engkau T'lah Mengajarkanku Cinta
(Mengenang Habib Munzir al-Musawa Pendiri Majelis Rasulullah saw)
Harga : Rp. 51.000,-
Cover : Soft Cover
Jenis Kertas : HVS 70 Gram
Penulis : Sayyid Abdullah Ba'alawi
Tebal : xii + 290 Halaman
Ukuran : 15 x 21 cm


Sejak awal merintis dakwah, Habib Munzir mengajar dari rumah ke rumah di wilayah Jakarta. Beliau 'membangun' majelis kecil-kecilan anpa tempat. Berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah & akhirnya sebuah masjid di Pancoran 'membuka pintunya' untuk majelisnya. Dari situlah terbentuklah Majelis Rasulullah saw. Sesuatu yang dikerjakan serius & telaten, akhirnya membuahkan hasil & lambat laun jama'ah beliau semakin banyak.
Habib Munzir mencoba membuka 'pintu' dakwah agar berbagai kalangan dapat 'ikut masuk', khususnya para pemuda. Dalam berdakwah beliau mencoba memberi jalan tengah & persamaan. Seakan beliau 'menyuguhkan' jangkar kepada pemuda-pemuda Ibukota yang terombang-ambing ditengah derasnya arus perubahan Ibukota.
Melalui solidaritas yang dipupuk dalam wadah majelis, pemuda Ibukota yang sebelumnya bingung kemana akan 'melangkah', akhirnya mendapatkan pemaknaan. Banyak pengikut Habib Munzir bukan berasal dari background yang bukan taat beragama, namun beliau dengan sabar & ulet dalam mendidik mereka, yang akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Dalam sekejap, para pemuda itu menjadi pembela setia Baginda Nabi Muhammad saw.
Habib Munzir mengajarkan kita bahwa mengikuti Baginda Nabi Muhammad saw tidak berarti kita harus bersikap keras. Justru dengan lemah lembut, santun, & dengan budi pekerti yang luhur, kita akan menjadi 'duta-duta' Baginda Nabi Muhammad saw untuk ummat manusia.


Mengenang Habib Munzir al-Musawa Pendiri Majelis Rasulullah saw


Engkau T'lah Mengajarkanku Cinta
(Mengenang Habib Munzir al-Musawa Pendiri Majelis Rasulullah saw)
Harga : Rp. 51.000,-
Cover : Soft Cover
Jenis Kertas : HVS 70 Gram
Penulis : Sayyid Abdullah Ba'alawi
Tebal : xii + 290 Halaman
Ukuran : 15 x 21 cm


Sejak awal merintis dakwah, Habib Munzir mengajar dari rumah ke rumah di wilayah Jakarta. Beliau 'membangun' majelis kecil-kecilan anpa tempat. Berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah & akhirnya sebuah masjid di Pancoran 'membuka pintunya' untuk majelisnya. Dari situlah terbentuklah Majelis Rasulullah saw. Sesuatu yang dikerjakan serius & telaten, akhirnya membuahkan hasil & lambat laun jama'ah beliau semakin banyak.
Habib Munzir mencoba membuka 'pintu' dakwah agar berbagai kalangan dapat 'ikut masuk', khususnya para pemuda. Dalam berdakwah beliau mencoba memberi jalan tengah & persamaan. Seakan beliau 'menyuguhkan' jangkar kepada pemuda-pemuda Ibukota yang terombang-ambing ditengah derasnya arus perubahan Ibukota.
Melalui solidaritas yang dipupuk dalam wadah majelis, pemuda Ibukota yang sebelumnya bingung kemana akan 'melangkah', akhirnya mendapatkan pemaknaan. Banyak pengikut Habib Munzir bukan berasal dari background yang bukan taat beragama, namun beliau dengan sabar & ulet dalam mendidik mereka, yang akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Dalam sekejap, para pemuda itu menjadi pembela setia Baginda Nabi Muhammad saw.
Habib Munzir mengajarkan kita bahwa mengikuti Baginda Nabi Muhammad saw tidak berarti kita harus bersikap keras. Justru dengan lemah lembut, santun, & dengan budi pekerti yang luhur, kita akan menjadi 'duta-duta' Baginda Nabi Muhammad saw untuk ummat manusia.


Terjemah Tijan ad Durori Lengkap

penerjemah : M. Fathul Ulum
penerbit : Santri Salaf Press
dimensi : xxiii + 361 hlm 15,5 x 23,5 cm

Harga : Rp. 45,000,-

Kitab Tijan ad Durori Karya KH. Syekh Nawawi Al Bantani. Nama lengkapnya Abu Abdul Mu’thi bin Muhammad bin Umar. Lahir di Kampung Tanara, Desa Tirtayasa. Kec Serang. Kab Banten. Lahir pada Tahun 1230 H/1815 M. dan Meninggal pada Tanggal 25 Syawal 1314 H / 1879 M, dalam usia 84 Tahun, di Syeb ‘Ali dan dimakamkan di Ma’la dekat Makam Siti Khodijah, Ummul Mukminin, Isteri Nabi SAW. sebuah kawasan pinggiran kota Mekkah.

Kitab ini menerangkan tentang Tauhid dari ulama-ulama Salafy dan akidah Islam yang menjelaskan tentang Sifat-sifat Allah dan terjemah Tijan ad Durori ini dilengkapi tanya jawab seputar Tauhid Salafy

Pengantar Buku

Kami merasa bangga dan menyambut gembira atas terbitnya buku yang mengkaji kitab kuning Tijan ad-Durori. Kitab ini merupakan kitab dasar yang menjelaskan tentang tauhid. Sangat cocok untuk masa sekarang karena banyaknya aliran yang muncul dan berkembang namun tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang semakin goncar adalah aliran wahabi. Mereka menyebarkan fahamnya yang tidak sesuai dengan ulama salaf yang beriaham ahlu sunnah wal-jama'ah

Tauhid atau akidah sangat penting sekali, karena keabsahan ibadah tergantung dari kebenaran tauhidnya. Oleh karena itu, buku ini merupakan suatu langkah baru untuk memudahkan kita daiam mempelajari tauhid dan membedakan antara aliran yang benar dengan ajaran yang menyimpang, karena didalamnya juga menampilkan tanya-jawab yang sering kali terjadi di lingkungan masyarakat kita,

Harapan kami semoga buku ini memberikan manfaat bagi kalangan muslimin daiam mempelajari tauhid dan membentengi akidah kita dari akidah yang menyimpang dan tidak jelas. Amin.

- KH. Abduliah Kafabihi Mahrus -

(Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri)


Sesungguhnya nabi Sulaiman as yang Mengerti Bahasa hewan, ia berkata suara kokok-nya ayam memiliki arti:
Ingatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang lupa







Terjemah Tijan ad Durori Lengkap

Terjemah Tijan ad Durori Lengkap

penerjemah : M. Fathul Ulum
penerbit : Santri Salaf Press
dimensi : xxiii + 361 hlm 15,5 x 23,5 cm

Harga : Rp. 45,000,-

Kitab Tijan ad Durori Karya KH. Syekh Nawawi Al Bantani. Nama lengkapnya Abu Abdul Mu’thi bin Muhammad bin Umar. Lahir di Kampung Tanara, Desa Tirtayasa. Kec Serang. Kab Banten. Lahir pada Tahun 1230 H/1815 M. dan Meninggal pada Tanggal 25 Syawal 1314 H / 1879 M, dalam usia 84 Tahun, di Syeb ‘Ali dan dimakamkan di Ma’la dekat Makam Siti Khodijah, Ummul Mukminin, Isteri Nabi SAW. sebuah kawasan pinggiran kota Mekkah.

Kitab ini menerangkan tentang Tauhid dari ulama-ulama Salafy dan akidah Islam yang menjelaskan tentang Sifat-sifat Allah dan terjemah Tijan ad Durori ini dilengkapi tanya jawab seputar Tauhid Salafy

Pengantar Buku

Kami merasa bangga dan menyambut gembira atas terbitnya buku yang mengkaji kitab kuning Tijan ad-Durori. Kitab ini merupakan kitab dasar yang menjelaskan tentang tauhid. Sangat cocok untuk masa sekarang karena banyaknya aliran yang muncul dan berkembang namun tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang semakin goncar adalah aliran wahabi. Mereka menyebarkan fahamnya yang tidak sesuai dengan ulama salaf yang beriaham ahlu sunnah wal-jama'ah

Tauhid atau akidah sangat penting sekali, karena keabsahan ibadah tergantung dari kebenaran tauhidnya. Oleh karena itu, buku ini merupakan suatu langkah baru untuk memudahkan kita daiam mempelajari tauhid dan membedakan antara aliran yang benar dengan ajaran yang menyimpang, karena didalamnya juga menampilkan tanya-jawab yang sering kali terjadi di lingkungan masyarakat kita,

Harapan kami semoga buku ini memberikan manfaat bagi kalangan muslimin daiam mempelajari tauhid dan membentengi akidah kita dari akidah yang menyimpang dan tidak jelas. Amin.

- KH. Abduliah Kafabihi Mahrus -

(Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri)


Sesungguhnya nabi Sulaiman as yang Mengerti Bahasa hewan, ia berkata suara kokok-nya ayam memiliki arti:
Ingatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang lupa







Judul : Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif Ulama salaf dan Nusantara
Penulis : A. Yasin Muchtarom
Kata Pengantar : KH. Moh. Anwar Manshur
Editor : HM. Ibrahim A. Hafidz
Halamam : xvi + 124 hlm
Ukuran : 14.5 x 21 cm
Isbn : 978-602-1207-05-5

harga Rp. 25.000,-

isi :

“Mak, Mbah iku nek mbengi kok gak tau turu to Mak?” (Mak, kakek kalau malam kok tidak pernah tidur?)
“Iyo le, Mbahmu eling oleh titipan anake wong sak pirang-pirang. Gak wani turu nek durung ndongakno santri-santri.” (Iya nak, kakekmu teringat mendapat titipan anaknya orang banyak. Tidak berani tidur kalau belum mendoakan santri-santri) jawab Ibu Nyai Salamah. (hlm 13)
__________________________

“Anda masih punya uang selain ini?”
“Ya. Uang saya banyak sekali.” jawab orang kaya pemberi hadiah.
“Anda masih terus bekerja menghasilkan uang?”
“Ya.”
“Anda lebih layak dengan uang ini dibandingkan saya. Saya tidak memiliki uang sebanyak ini. Puji Allah saya tidak berusaha mencari dan tidak ada keinginan mendapatkannya.” kata Imam Junaid sambil mengembalikan uang yang ada di depannya. (hlm 20)


Kata Pemgantar

“Banyak yang bisa menasehati orang lain dengan bijak, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk dirinya sendiri. Kita sering bersemangat menasehati orang lain, padahal diri kita sebenarnya orang yang paling butuh untuk mengamalkan nasehat itu. Mari memuhasabahi diri sendiri dengan membaca petuah ulama dalam buku ini.”
KH. Moh. Anwar Manshur


Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif Ulama salaf dan Nusantara

Judul : Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif Ulama salaf dan Nusantara
Penulis : A. Yasin Muchtarom
Kata Pengantar : KH. Moh. Anwar Manshur
Editor : HM. Ibrahim A. Hafidz
Halamam : xvi + 124 hlm
Ukuran : 14.5 x 21 cm
Isbn : 978-602-1207-05-5

harga Rp. 25.000,-

isi :

“Mak, Mbah iku nek mbengi kok gak tau turu to Mak?” (Mak, kakek kalau malam kok tidak pernah tidur?)
“Iyo le, Mbahmu eling oleh titipan anake wong sak pirang-pirang. Gak wani turu nek durung ndongakno santri-santri.” (Iya nak, kakekmu teringat mendapat titipan anaknya orang banyak. Tidak berani tidur kalau belum mendoakan santri-santri) jawab Ibu Nyai Salamah. (hlm 13)
__________________________

“Anda masih punya uang selain ini?”
“Ya. Uang saya banyak sekali.” jawab orang kaya pemberi hadiah.
“Anda masih terus bekerja menghasilkan uang?”
“Ya.”
“Anda lebih layak dengan uang ini dibandingkan saya. Saya tidak memiliki uang sebanyak ini. Puji Allah saya tidak berusaha mencari dan tidak ada keinginan mendapatkannya.” kata Imam Junaid sambil mengembalikan uang yang ada di depannya. (hlm 20)


Kata Pemgantar

“Banyak yang bisa menasehati orang lain dengan bijak, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk dirinya sendiri. Kita sering bersemangat menasehati orang lain, padahal diri kita sebenarnya orang yang paling butuh untuk mengamalkan nasehat itu. Mari memuhasabahi diri sendiri dengan membaca petuah ulama dalam buku ini.”
KH. Moh. Anwar Manshur


Harga 25.000

Menelusuri Muara Aqidah Islam
Tentang prinsip Kepercayaan beragama Ala Islam
penulis : M. Fikrie el Hakim
penerbit : Al-Aziziyah
ukuran : 21 x 14 cm halaman vi + 170

Suatu kenyataan bahwa kaum Muslimin telah berpecah belah menjadi beberapa madzhab di bidang aqidah, fiqh, dan politik. Masing-masing Golongan berlomba mencari pengikut sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara yang legal maupun ilegal. Dari Kronologi inilah akhirnya muncl riwayat dan tafsiran-tafsiran terhadap nash agama yang menyesatkan.

Orang-orang Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan. Orang kristen pecah 72 golongan. Sementara umat Muhammad menduduku peringkat terbanyak hingga 73 glongan, hanya satu yang akan masuk surga, yang lain?.. entah kemana mereka menentukan nasibnya.
mengapa umat sesudah nabi wafat itu berpecah belah, padahal beliau meninggalkan mereka di atas jalan terang benderang bak malam pun laksana siang? Seandainya mereka berpegang teguh pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Niscaya tidak akan sesat selama-lamanya.

Simak dan telusuri Buku Islam ini !

Buku Islam | Menelusuri Muara Aqidah Islam

Harga 25.000

Menelusuri Muara Aqidah Islam
Tentang prinsip Kepercayaan beragama Ala Islam
penulis : M. Fikrie el Hakim
penerbit : Al-Aziziyah
ukuran : 21 x 14 cm halaman vi + 170

Suatu kenyataan bahwa kaum Muslimin telah berpecah belah menjadi beberapa madzhab di bidang aqidah, fiqh, dan politik. Masing-masing Golongan berlomba mencari pengikut sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara yang legal maupun ilegal. Dari Kronologi inilah akhirnya muncl riwayat dan tafsiran-tafsiran terhadap nash agama yang menyesatkan.

Orang-orang Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan. Orang kristen pecah 72 golongan. Sementara umat Muhammad menduduku peringkat terbanyak hingga 73 glongan, hanya satu yang akan masuk surga, yang lain?.. entah kemana mereka menentukan nasibnya.
mengapa umat sesudah nabi wafat itu berpecah belah, padahal beliau meninggalkan mereka di atas jalan terang benderang bak malam pun laksana siang? Seandainya mereka berpegang teguh pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Niscaya tidak akan sesat selama-lamanya.

Simak dan telusuri Buku Islam ini !
Harga Rp. 80,000

Potret Ajaran Nabi Muhammad Dalam Sikap Santun Tradisi dan Amaliyah NU
penulis : forum kajian ilmiyah KAIL MAS 2014
Penerbit: purna Siswa III aliyah 2014 (MUMTAZ '14)
ukuran : 16 x 24 cm
buku satu : xxxiv + 308 halaman
buku dua : xxxv + 326 halaman

Potret Ajaran Nabi Muhammad Dalam Sikap Santun Akidah NU
Karya yang saat ini ada di hadapan pembaca sekalian, merupakan salah satu Ensiklopedia Akidah yang tergolong layak untuk dijadikan pegangan masyarakat Indonesia, khususnya warga Nahdliyyin, di dalamnya selain berisikan pengenalan tentang keyakinan-keyakinan Ahlusunah, namun juga disertai penjelasan argumentasi baik itu naqli atau 'Aqli yang amat kokoh dan mampu menjadi dalil akan legalitas setiap Akidah para leluhur yang senantiasa kita pegang secara turun menurun.
KH.'Abdullah Kafabihi Mahrus
Rektor Institut Agama Islam Tribakti

Buku ini sangat layak disebar luaskan dan dimiliki oleh para santri khususnya, serta umat islam pada umumnya, dengan isinya tentang "Akidah NU" sebagaimana yang telah diajarkan oleh kyai sesepuh.
KH. Ahmad Idris Marzuqi
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo

Tersusunnya buku "Potret Ajaran Nabi Muhammad Dalam Sikap Santun Akidah NU" semoga menjadi fundamental suatu pencerah, suatu pembuka dari ketidak pahaman dari Ahlussunah Wal Jama'ah. Dengan itu akan menambah kemantapan serta keyakinan dan kekuatan pribadinya.Dengan Akidah tersebut (Ahlussunah Wal Jama'ah) semoga buku ini tidak menjadi bacaan belaka atau pengertian dan nilai tambah pengetahuan, akan tetapi menjadi pegangan untuk memperkuat anugerah yang paling agung dari Allah SWT. iyalah Al iman Wal Islam serta menjadi umat saiyydina Muhammad SAW. Amin.
Maulana Al Habib Luthfi Ibn Ali Ibn Yaya
Rois 'am iddarah ahli Thoriqoh Al mu'tabaroh An Nahdliyyah 

Dengan membaca buku ini setidaknya kita dapat mengetahui kebenaran secara islam yang telah sibiaskan dan dikaburkan oleh tokoh-tokoh Yahudi yang tanpa kita sadari yang telah menjadi acuan kurikulum di bangku pendidikan bahkan menjadi pengetahuan yang telah mendara daging di hati saudara-saudara kita. Juga kita dapat memperoleh pengetahuan yang berharga mengenai bagaimana sikap dan akhlaq yang dimiliki oleh Nabi Muhammad berserta para sahabat dan Wali-wali Allah, dengan harapan semoga dalam kehidupan ber masyarakat, beragama dan berbangsa kita dapat mengambil suritauladan dari mereka dengan senantiasa bersikap santun, Tegas dan berakhlaqulkarimah, serata tidak ekstrim dan grusagrusu dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada.
Selamat membaca Semoga bermanfaat dan Barokah.


 

Potret Ajaran Nabi Muhammad Dalam Sikap Santun Tradisi dan Amaliyah NU

Harga Rp. 80,000

Potret Ajaran Nabi Muhammad Dalam Sikap Santun Tradisi dan Amaliyah NU
penulis : forum kajian ilmiyah KAIL MAS 2014
Penerbit: purna Siswa III aliyah 2014 (MUMTAZ '14)
ukuran : 16 x 24 cm
buku satu : xxxiv + 308 halaman
buku dua : xxxv + 326 halaman

Potret Ajaran Nabi Muhammad Dalam Sikap Santun Akidah NU
Karya yang saat ini ada di hadapan pembaca sekalian, merupakan salah satu Ensiklopedia Akidah yang tergolong layak untuk dijadikan pegangan masyarakat Indonesia, khususnya warga Nahdliyyin, di dalamnya selain berisikan pengenalan tentang keyakinan-keyakinan Ahlusunah, namun juga disertai penjelasan argumentasi baik itu naqli atau 'Aqli yang amat kokoh dan mampu menjadi dalil akan legalitas setiap Akidah para leluhur yang senantiasa kita pegang secara turun menurun.
KH.'Abdullah Kafabihi Mahrus
Rektor Institut Agama Islam Tribakti

Buku ini sangat layak disebar luaskan dan dimiliki oleh para santri khususnya, serta umat islam pada umumnya, dengan isinya tentang "Akidah NU" sebagaimana yang telah diajarkan oleh kyai sesepuh.
KH. Ahmad Idris Marzuqi
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo

Tersusunnya buku "Potret Ajaran Nabi Muhammad Dalam Sikap Santun Akidah NU" semoga menjadi fundamental suatu pencerah, suatu pembuka dari ketidak pahaman dari Ahlussunah Wal Jama'ah. Dengan itu akan menambah kemantapan serta keyakinan dan kekuatan pribadinya.Dengan Akidah tersebut (Ahlussunah Wal Jama'ah) semoga buku ini tidak menjadi bacaan belaka atau pengertian dan nilai tambah pengetahuan, akan tetapi menjadi pegangan untuk memperkuat anugerah yang paling agung dari Allah SWT. iyalah Al iman Wal Islam serta menjadi umat saiyydina Muhammad SAW. Amin.
Maulana Al Habib Luthfi Ibn Ali Ibn Yaya
Rois 'am iddarah ahli Thoriqoh Al mu'tabaroh An Nahdliyyah 

Dengan membaca buku ini setidaknya kita dapat mengetahui kebenaran secara islam yang telah sibiaskan dan dikaburkan oleh tokoh-tokoh Yahudi yang tanpa kita sadari yang telah menjadi acuan kurikulum di bangku pendidikan bahkan menjadi pengetahuan yang telah mendara daging di hati saudara-saudara kita. Juga kita dapat memperoleh pengetahuan yang berharga mengenai bagaimana sikap dan akhlaq yang dimiliki oleh Nabi Muhammad berserta para sahabat dan Wali-wali Allah, dengan harapan semoga dalam kehidupan ber masyarakat, beragama dan berbangsa kita dapat mengambil suritauladan dari mereka dengan senantiasa bersikap santun, Tegas dan berakhlaqulkarimah, serata tidak ekstrim dan grusagrusu dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada.
Selamat membaca Semoga bermanfaat dan Barokah.


 
Harga Rp. 20,000

Masa-il Santri 
Di Tengah Arus Globalisasi 

penyusun : forum kajian ilmiyah KAIL MAS 2014
Penerbit: purna Siswa III aliyah 2014 (MUMTAZ '14)
ukuran : panjang 25cm lebar 16cm : xxviii + 238 halaman

Sebagai santri yang hidup dilingkungan pesantren dengan disiplin ilmu aama yang ketat, mereka senantiasa beusaha untuk mengamalkan dan mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan nyata. Tetapi ada masah-masalah sepele disekitar pesantren yang kadang luput dalam pembasan hukum.

Kajian bahsul masail yang cukup responsif dalam mengangkat tema-tema besar yang terjadi dimasyarakat masih akan terus berjalan hingga saat ini. melihat fakta demikian, Tim TIRAKAT 2014 mencoba untuk menelisik lebih dekat terhap persoalan-persoalan yang sering terjadi di lingkungan santri dangan mengkaji falisitas hukum dari literatur karya ulama salaf.

Dalam buku masa-il santri ini kami berusaha menghadirkan jawaban-jawaban dari persoalan-persoalan tersebut dengan pendekatan khas pesantren.

Masa-il Santri Di Tengah Arus Globalisasi

Harga Rp. 20,000

Masa-il Santri 
Di Tengah Arus Globalisasi 

penyusun : forum kajian ilmiyah KAIL MAS 2014
Penerbit: purna Siswa III aliyah 2014 (MUMTAZ '14)
ukuran : panjang 25cm lebar 16cm : xxviii + 238 halaman

Sebagai santri yang hidup dilingkungan pesantren dengan disiplin ilmu aama yang ketat, mereka senantiasa beusaha untuk mengamalkan dan mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan nyata. Tetapi ada masah-masalah sepele disekitar pesantren yang kadang luput dalam pembasan hukum.

Kajian bahsul masail yang cukup responsif dalam mengangkat tema-tema besar yang terjadi dimasyarakat masih akan terus berjalan hingga saat ini. melihat fakta demikian, Tim TIRAKAT 2014 mencoba untuk menelisik lebih dekat terhap persoalan-persoalan yang sering terjadi di lingkungan santri dangan mengkaji falisitas hukum dari literatur karya ulama salaf.

Dalam buku masa-il santri ini kami berusaha menghadirkan jawaban-jawaban dari persoalan-persoalan tersebut dengan pendekatan khas pesantren.
Harga Rp. 18,000

Sumber Rujukan Umat 
Dalil Lengkap Tradisi Keseharian Nusantara

Penyusun: Tim kail Mas
Penerbit: purna Siswa III aliyah 2014 (MUMTAZ '14)
ukuran : 10 x 14 cm : xxi + 250 halaman

Buku ini sangat sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh para ulama kita, karena buku ini berisi kumpulan dalil-dalil yang menjadi dasar amaliyah keseharian umat yang menjadi tradisi ulama salaf.
KH. M. Anwar Manshur
Pengasuh PP lirboyo, Kediri

Ini adalah buku yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat dalam menjawab seruan " Mari kembali ke Al-Quran Dan Hadits". Ajaran ulama salaf yang sudah menjadi terjadi dan dianggap adat ternyata juga berdalil dan bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits.
Ust. Ghufron A.T. 
Pembaca Ahli dan dewan perumus LBM Lirboyo

Buku saku ini sangat perlu dimiliki dan dibaca oleh setiap mubaligh dan santri dalam menyebarkan agama khususnya dinusantara dalam mempertahankan ajaran ulama salaf. karena bukau ini berisi dalil-dalil sumber rujukan tradisi keagamaan masyarakat Indonesia yang telah berjalan ratusan tahun yang lalu dan ternyata bukan hanya rekaan fiktif belaka.
Ust. Wafiruddin
Dewan Pengajar Madrasah Hidayatul Mubtadien 2014

Sumber Rujukan Umat Dalil Lengkap Tradisi Keseharian Nusantara

Harga Rp. 18,000

Sumber Rujukan Umat 
Dalil Lengkap Tradisi Keseharian Nusantara

Penyusun: Tim kail Mas
Penerbit: purna Siswa III aliyah 2014 (MUMTAZ '14)
ukuran : 10 x 14 cm : xxi + 250 halaman

Buku ini sangat sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh para ulama kita, karena buku ini berisi kumpulan dalil-dalil yang menjadi dasar amaliyah keseharian umat yang menjadi tradisi ulama salaf.
KH. M. Anwar Manshur
Pengasuh PP lirboyo, Kediri

Ini adalah buku yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat dalam menjawab seruan " Mari kembali ke Al-Quran Dan Hadits". Ajaran ulama salaf yang sudah menjadi terjadi dan dianggap adat ternyata juga berdalil dan bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits.
Ust. Ghufron A.T. 
Pembaca Ahli dan dewan perumus LBM Lirboyo

Buku saku ini sangat perlu dimiliki dan dibaca oleh setiap mubaligh dan santri dalam menyebarkan agama khususnya dinusantara dalam mempertahankan ajaran ulama salaf. karena bukau ini berisi dalil-dalil sumber rujukan tradisi keagamaan masyarakat Indonesia yang telah berjalan ratusan tahun yang lalu dan ternyata bukan hanya rekaan fiktif belaka.
Ust. Wafiruddin
Dewan Pengajar Madrasah Hidayatul Mubtadien 2014
Harga: Rp. 65.000

Secercah Tinta
Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang pencipta
penulis : KH. Al habib Muhammad luthfi Bin Yahya
Penerbit:Menara Publisher
ukuran : 13,5 x 20,5 cm : 416 Halaman
ISBN:978-602-18230-0-2


 "... Habib Luthfi memang merupakan pembicara yang tausiah dan nasihat-nasihatny banyak dinmantkan oleh masyarakat muslim, terutama di tanah Jawa. Tema apa pun yang disampaikannya  disampaikan secara santai, dengan bahasa yang komunikastif, dan kaya referensi. Buku yang kini di tangan anda merupakan teks penting yang dapat menutup kelemahan pengajian dan sekaligus dapat dijadikan 'pengajian harian'..."
KH.A.Mustofa Bisri 
(Wakil Rais 'Am Syuriah dan budayawan)

"...Hadirnya buku ini, merupakan sebuah bentuk aplikasi ke-Aswaja-an (Ahlu Suunah wal-Jama'ah) dalam konteks ruhaniyah dengan menghadirkan tasawuf sebagai media menyelami kehidupan melalui Aswaja. Semoga dengan torehan-torehan tinta habib M. Luthfi bin Ali bin Yahya ini dapat tercipta semangat religiusitas, nasionalisme, pluralitas, serta humanitas..."
Profesor.Dr.KH.Said Agil Siradj, MA
(Ketua Umum PBNU)

"saya merasa terhormat dengan berkesempatan membaca buku Sayid al-Habib Luthfi tersebut... saya membaca judul-judul tulisan yang merupakan hasil dari pemikiran, bersumber dari kedalaman hati dan memancarkan cahaya
(karena memuat riwayat hidup Nabi Saq. Sahabat, tabi'in dan para Ulama) .... Saya sangat berharap (agar murid al-Habib Luthfi) memikirkan penerjemahannya kedalam bahasa-bahasa lain selain bahasa Indonesia. Agar buku yang saya sarat dangan penalaran, spiritual damn istimewa ini bermanfaat lebih luas lagi"
Al-Habib Zaid bin Abdurahman bin Yahya, MA
(Ulama dan intelektual Muda, Tarim, Yaman)

"Maulana Habib Luthfi tak henti-hentinya menekankan betapa pentingnya sejarah dan pemahaman terhadapnya dalam proses pendakian jenjang spiritual. Beliau tampak jelas sekali mengafirmasi danpenggalian ilmu justru sebgai ibadah itu sendiri, dan bukan hanya sebatas persiapan untuk ibadah..."
Ismail Fajrie Alatas
(Intelektual Muda Ph.D Candidate Universitas of Michigan As) 

Secercah Tinta Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang Pencipta

Harga: Rp. 65.000

Secercah Tinta
Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang pencipta
penulis : KH. Al habib Muhammad luthfi Bin Yahya
Penerbit:Menara Publisher
ukuran : 13,5 x 20,5 cm : 416 Halaman
ISBN:978-602-18230-0-2


 "... Habib Luthfi memang merupakan pembicara yang tausiah dan nasihat-nasihatny banyak dinmantkan oleh masyarakat muslim, terutama di tanah Jawa. Tema apa pun yang disampaikannya  disampaikan secara santai, dengan bahasa yang komunikastif, dan kaya referensi. Buku yang kini di tangan anda merupakan teks penting yang dapat menutup kelemahan pengajian dan sekaligus dapat dijadikan 'pengajian harian'..."
KH.A.Mustofa Bisri 
(Wakil Rais 'Am Syuriah dan budayawan)

"...Hadirnya buku ini, merupakan sebuah bentuk aplikasi ke-Aswaja-an (Ahlu Suunah wal-Jama'ah) dalam konteks ruhaniyah dengan menghadirkan tasawuf sebagai media menyelami kehidupan melalui Aswaja. Semoga dengan torehan-torehan tinta habib M. Luthfi bin Ali bin Yahya ini dapat tercipta semangat religiusitas, nasionalisme, pluralitas, serta humanitas..."
Profesor.Dr.KH.Said Agil Siradj, MA
(Ketua Umum PBNU)

"saya merasa terhormat dengan berkesempatan membaca buku Sayid al-Habib Luthfi tersebut... saya membaca judul-judul tulisan yang merupakan hasil dari pemikiran, bersumber dari kedalaman hati dan memancarkan cahaya
(karena memuat riwayat hidup Nabi Saq. Sahabat, tabi'in dan para Ulama) .... Saya sangat berharap (agar murid al-Habib Luthfi) memikirkan penerjemahannya kedalam bahasa-bahasa lain selain bahasa Indonesia. Agar buku yang saya sarat dangan penalaran, spiritual damn istimewa ini bermanfaat lebih luas lagi"
Al-Habib Zaid bin Abdurahman bin Yahya, MA
(Ulama dan intelektual Muda, Tarim, Yaman)

"Maulana Habib Luthfi tak henti-hentinya menekankan betapa pentingnya sejarah dan pemahaman terhadapnya dalam proses pendakian jenjang spiritual. Beliau tampak jelas sekali mengafirmasi danpenggalian ilmu justru sebgai ibadah itu sendiri, dan bukan hanya sebatas persiapan untuk ibadah..."
Ismail Fajrie Alatas
(Intelektual Muda Ph.D Candidate Universitas of Michigan As) 

Harga : Rp 25.000,-

Judul Buku : Menaklukkan Waktu
Penulis : Moh. Achyat Ahmad
Editor : A. Qusyairi Ismail
Proofreader : Alil Wafa, MA. Ach. Shiddiq
Tata Letak : @-yat
Cetakan I : Jumadal Tsaniyah, 1433 H.
Tebal : 152 hlm.
Ukuran : 17 x 12 cm.
ISBN : 978-979-26-0438-2


“Bagi mereka yang menghargai waktu melebihi apapun, mereka memahami bahwa waktu adalah esensi hidup. Hasan al-Banna mengatakan, “Waktu adalah hidup.” maka, siapa saja yang menyia-nyiakan waktunya, itu sama artinya dengan menyia-nyiakan hidupnya. Jika hidupnya sudah tidak berarti, maka tak ada bedanya antara kehidupan dan kematiannya. Di sinilah waktu benar-benar telah menjadi pembunuh! Orang yang menyia-nyiakan waktu telah mati justru pada saat dia masih hidup. Memang, waktu ibarat pedang; jika tidak kau gunakan, ia akan membunuhmu!”
-- Penulis

Menaklukkan Waktu


Harga : Rp 25.000,-

Judul Buku : Menaklukkan Waktu
Penulis : Moh. Achyat Ahmad
Editor : A. Qusyairi Ismail
Proofreader : Alil Wafa, MA. Ach. Shiddiq
Tata Letak : @-yat
Cetakan I : Jumadal Tsaniyah, 1433 H.
Tebal : 152 hlm.
Ukuran : 17 x 12 cm.
ISBN : 978-979-26-0438-2


“Bagi mereka yang menghargai waktu melebihi apapun, mereka memahami bahwa waktu adalah esensi hidup. Hasan al-Banna mengatakan, “Waktu adalah hidup.” maka, siapa saja yang menyia-nyiakan waktunya, itu sama artinya dengan menyia-nyiakan hidupnya. Jika hidupnya sudah tidak berarti, maka tak ada bedanya antara kehidupan dan kematiannya. Di sinilah waktu benar-benar telah menjadi pembunuh! Orang yang menyia-nyiakan waktu telah mati justru pada saat dia masih hidup. Memang, waktu ibarat pedang; jika tidak kau gunakan, ia akan membunuhmu!”
-- Penulis
Harga: Rp 30.000.-

Judul: Haramkah Tahlilan Yasinan dan Kenduri Arwah?
Penulis: Abiza el Rinaldi
Penerbit: Pustaka Wasilah
ukuran : 14 x 21 cm
Tebal: vi + 178 halaman
isbn :978-602-9931-64-4


Buku ini tidak mempermasalahkan apakah Anda seorang yang suka tahlilan atau tidak, karena tahlilan hanyalah sebuah tradisi yang tidak mengandung unsur kewajiban syariat. Yang ingin ditegaskan dalam buku ini bahwa tidaklah benar fatwa yang mengatakan bahwa acara tahlilan,
yasinan dan kenduri arwah itu haram, bid'ah, khurafat, musyrik, berasal dari Hindu dan  makanan yang disuguhkan di dalamnya adalah haram.

Di sini juga disampaikan bantahan terhadap fatwa yang mengatakan bahwa doa dan hadiah pahala yang dilakukan oleh orang yang masih hidup tidak berguna bagi orang yang telah meninggal dunia. Fatwa semacam itu adalah fatwa keliru yang bertentangan dengan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Sebab, sesuai dengan al-Qur'an, Sunnah dan Ijma' para ulama, orang Islam yang telah meninggal dunia masih bisa memperoleh manfaat dari amaliah orang yang masih hidup, baik berupa doa, hadiah pahala, sedekah, dan sebagainya, yang seluruhnya Insya Allah akan dipaparkan dalam bab-bab yang ada di buku ini.

Haramkah Tahlilan Yasinan dan Kenduri Arwah?

Harga: Rp 30.000.-

Judul: Haramkah Tahlilan Yasinan dan Kenduri Arwah?
Penulis: Abiza el Rinaldi
Penerbit: Pustaka Wasilah
ukuran : 14 x 21 cm
Tebal: vi + 178 halaman
isbn :978-602-9931-64-4


Buku ini tidak mempermasalahkan apakah Anda seorang yang suka tahlilan atau tidak, karena tahlilan hanyalah sebuah tradisi yang tidak mengandung unsur kewajiban syariat. Yang ingin ditegaskan dalam buku ini bahwa tidaklah benar fatwa yang mengatakan bahwa acara tahlilan,
yasinan dan kenduri arwah itu haram, bid'ah, khurafat, musyrik, berasal dari Hindu dan  makanan yang disuguhkan di dalamnya adalah haram.

Di sini juga disampaikan bantahan terhadap fatwa yang mengatakan bahwa doa dan hadiah pahala yang dilakukan oleh orang yang masih hidup tidak berguna bagi orang yang telah meninggal dunia. Fatwa semacam itu adalah fatwa keliru yang bertentangan dengan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Sebab, sesuai dengan al-Qur'an, Sunnah dan Ijma' para ulama, orang Islam yang telah meninggal dunia masih bisa memperoleh manfaat dari amaliah orang yang masih hidup, baik berupa doa, hadiah pahala, sedekah, dan sebagainya, yang seluruhnya Insya Allah akan dipaparkan dalam bab-bab yang ada di buku ini.





Ilmu Tauhid (terjemah Kifayatul Awam)
terjemah : Rp. 5.000,--

Ilmu Tauhid (terjemah Kifayatul Awam)






Ilmu Tauhid (terjemah Kifayatul Awam)
terjemah : Rp. 5.000,--

Terjemah Jawahirul Kalamiyah
Harga : Rp. 6.000,--

Terjemah Jawahirul Kalamiyah


Terjemah Jawahirul Kalamiyah
Harga : Rp. 6.000,--

Terjemah MInahus Saniah
Harga : Rp. 7.500,--

Terjemah MInahus Saniah


Terjemah MInahus Saniah
Harga : Rp. 7.500,--

Terjemah Daqaiqul akhbar
Harga : Rp. 6.000,--

Terjemah Daqaiqul akhbar


Terjemah Daqaiqul akhbar
Harga : Rp. 6.000,--
Blogshop
0 item(s) in cart
Copyright © 2015.
Toko Buku Pesantren Allright reserved.
Proudly by Blogger
cart
0 items in cart